Begini Respons (Puspen TNI) dalam Penanganan Kecelakaan Pesawat Pelita Air di Perbatasan RI–Malaysia

 


(Puspen TNI) menjelaskan bahwa TNI melalui Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 4/Prh bersama Komando Distrik Militer Nunukan langsung merespons kecelakaan pesawat milik PT Pelita Air Service di pegunungan Pabetung Remayo, Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Respons cepat ini menunjukkan bagaimana prosedur tanggap darurat di wilayah perbatasan dijalankan secara terkoordinasi dan sistematis.

Bagaimana Kronologi Kecelakaan?

Pesawat Air Tractor AT802 dengan call sign PK-PAA menjalankan penerbangan charter pengangkutan BBM untuk operasional PT Pertamina (Persero). Pesawat berangkat dari Bandara Juwata Tarakan menuju Bandara Yuvai Semaring Long Bawan.

Setelah menyelesaikan pengiriman logistik, pesawat kembali terbang dalam kondisi kosong. Namun, sekitar 10 menit setelah lepas landas, pesawat dilaporkan jatuh di kawasan pegunungan.

Apa yang Dilakukan TNI?

TNI segera mengirim 21 personel untuk melakukan pencarian, evakuasi, dan pengamanan lokasi. Tim menemukan pesawat dalam kondisi terbakar dan rusak berat. Pilot ditemukan meninggal dunia.

Selanjutnya, tim melaksanakan pencarian black box untuk membantu investigasi oleh instansi berwenang.

Mengapa Pengamanan Lokasi Penting?

Pengamanan lokasi penting untuk menjaga barang bukti, mencegah gangguan keamanan, serta memastikan investigasi berjalan objektif. Karena itu, TNI dan aparat terkait tetap bersiaga hingga seluruh proses selesai.

Respons cepat ini menegaskan peran TNI dalam mendukung keselamatan, stabilitas, dan penanganan darurat di wilayah perbatasan.***

Lebih baru Lebih lama