Begini Cara Cepat Atasi Stroke Ringan



Pengalaman Pembaca Bagini


BEGINI.ID : Pas di penghujung tahun 2021, tepat tanggal 31 Desember 2021 pagi seusai shalat subuh saya mendapat serangan yang tak diinginkan. 


Ketika bertukar celana sholat ke celana harian, Tiba-tiba saya sempoyongan dan hampir tumbang. 


Seketika itu juga tangan dan kaki kiri saya terasa sengal, sedikit kebas dan agak kaku. 

Saya duduk dan berusaha tenang dengan bermain hape, tapi perasaan berdebar-debar, dan tangan serta kaki kiri saya masih terasa sengal. 


Lima menit duduk, saya kemudian bangkit dan berjalan mengelilingi komplek perumahan. Ada yang lain dengan langkah saya, semakin lama semakin pincang, hingga akhirnya tak sadar jempol kaki saya sudah bergesek dengan aspal. 


Waduh semakin risau, dalam hati takut strook, saya ambil belimbing danndaun sledri di pekarangan (tetangga) langsung saya lahap sepanjang jalan, tak peduli lagi dilihat orang. 


Sampai di rumah istri heran lihat saya yang picang, saya pun langsung menuju klinik terdekat. 


Minta ketemu dokter, ternyata belum datang, akhirnya minta cek tensi, wow... 164/110 angka  yang lumayan tinggi. 

LIHAT VIDEO THERAPI LISTRIK



"Dokter baru datang jam 8 pak, sekitar 15 menit lagi, " kata perawat. 


Saya gunakan waktu 15 menit itu untuk jalan keliling perkarangan klinik. pas jam 8, saya masuk lagi, dokter sudah datang, cek tensi tinggal 140/100, turun 24/20. Alhamdulillah. 


"Tak ada masalah si pak, detak jantung bapak normal, cuma tensi saja yang agak tinggi. Bapak butuh istirahat, nanti kalau ada masalah lagi bisa datang kembali. " kata dokter. 


Saya diperbolehkan pulang tanpa diberi obat, tapi tangan kiri dan kaki ini masih sengal dan kaku, meski sudah istirahat sebelum Jumatan. 


Habis jumat saya berusaha melupakan dengan kerja, tapi pas naik tangga, tak sadar kaki kiri saya tersandung anak tangga, padahal perkiraan saya kaki itu sudah melangkah dengan normal. 


Pas mandi sore, saya kesulitan untuk memasukkan sikat gigi ke penutupnya. padahal tinggal menyingkronkan tangan kanan dan kiri. 


Waduh... makin parah. ... 


Telepon kawan di suruh beli obat pengencer darah, saya beli, jantung agak nyaman, tapi pas bagun tidur pagi Sabtu tahun baru 1 Januari 2022, tangan dan kaki kiri masih saja sengal dan kaku. 


Jam 8 pagi teringat therapy listrik di Perumahan Cipta Regency, langsung bergerak ke sana ditemani orang rumah. 


Achmad Therapi, bukan jam 09.00 WIB, tapi kami tetap dipersilahkan masuk dan duduk, tak lama Pak Achmad keluar. 


"Kenapa Pak..?" tanyanya ramah. 


Saya ceritakan semua yang saya alami. 


Lanjut saya disuruh duduk di bangku kecil, sedangkan Pak Achmad duduk di depan saya 


Mulai dari tangan kanan, saya sempat terkejut saat Pak Achmad memegang tangan saya. 


Rasanya... yus... karena ada listriknya. 


Dielus-elus tangan saya itu, terasa aliran listrik menyengat-nyengat berjalan di otot dan pembuluh darah. Rasanya geli-geli gimana gitu. 


Tapi ada yang enak dan lapang. Hanya satu menit tangan ini dielus, serasa plong dan lega. 


Selanjutnya giliran tangan kiri. Nah ini dia, begitu disentuh, tanpa digerakkan, tiga jari saya, kelingking, manis dan tengah, terlipat menggenggam. 


"Beda kan Pak, " ujar Pak Achmad, sembari memegang lengan atas bagian luar yang kontak dan tegang saat dia menyentuh pergelangan tangan saya. 


Mungkin di sana lah terjadi penyumbatas atau penegangan otot yang membuat tangan dan kaki kiri saya tak normal. 


Hanya 1 menit juga, lalau therapi pindah ke kaki kanan dari telapak kaki hingga betis, juga jari-jari kaki. 


Lalu kaki kiri, juga sama, di sini terasa sedikit geli saat ia menyentuh jari-jari kaki saya. Geli-geli bercampur nyung-nyung listrik. 


Lalu pindah ke bagian leher, kepala dan terakhir punggung hingga pinggang. 


Hanya 5 menit, tapi setelah itu badan terasa enak. Sengal di tangan kiri dan kaki kiri saya benar-benar hilang. 




"Therapinya tiga hari berturut-turut ya, " ujar Pak Achmad sembari menganjurkan saya untuk minum segelas besar air putih hangat setelah sampai di rumah. 


Seharian badan enak, bangun tidur esoknya juga enak. Sebenarnya kalau tidak pergi therapi juga badan dah normal. 


Tapi rasanya rugi, karena therapi listrik membuat tubuh saya sangat-sangat terasat Fit dan bugar. 


Hingga hari ketiga saya jalani, dan benar-benar enak, saya mengagendakan untuk therapi sebulan sekali. 


"Insya Allah tak ada efek samping., " ujarnya. 


Pak Achamad juga tidak mematok harga atau tarif atherapinya. 


"Seiklasnya saja, saya tak pernah tentukan tarif, " katanya. 


Bagi yang ada masalah dengan syaraf atau tubuh, silahkan mencoba. 


Alamt Pak Achmad di Perumahan Cipta Regency, arah bandara, rumah pertama yang di atapnya ada patung singa. 


Silahkan mencoba dan menikmati Semoga Bermanfaat....




Catatan Redaksi

Bagi para bunda... maupun semua pembaca begini dimanapun bereda, jika ingin berbagi pengalaman, cerita, atau pun tips semisal memasak, membersikan prabotan, merawat anak dan lain sebagainya, dapat mengirimkan artikelnya ke WA 081363649304.


WAJIB PENGALAMAN PRIBADI DAN TIDAK BERKAITAN DENGAN SARA, PORNOGRAFI SERTA MENJELEK-JELEKAN ORANG LAIN.


Kami tidak memungut bayaran maupunmembayar setiap artikel yang masuk ke redaksi. Semua hanya untuk saling berbagi manfaat...


Terima kasih...

Lebih baru Lebih lama