Begini Cara Pemko Batam Mencintai Kader Posyandu dan Lansia Batam



BEGINI.ID: Kenaikan insentif posyandu dan bansos lansia Batam 2026 yang dilakukan Pemerintah Kota Batam sebagai langkah nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan ini tidak hanya menyasar kader posyandu, tetapi juga para lanjut usia (lansia) yang membutuhkan jaminan sosial di tengah tekanan ekonomi.

Pemerintah Kota Batam mengambil langkah strategis dengan menaikkan nilai insentif dan bantuan sosial bagi total 8.118 penerima manfaat pada tahun 2026. Kebijakan ini sekaligus menjadi bentuk respons terhadap inflasi serta meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat.

Insentif Kader Posyandu Naik, Peran Makin Luas

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam, Zulkifli Aman, menjelaskan bahwa insentif kader posyandu kini meningkat dari Rp400 ribu menjadi Rp500 ribu per bulan. Kenaikan ini dilakukan karena peran kader semakin kompleks dan terus berkembang.

Ia menegaskan bahwa saat ini kader posyandu tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan dasar. Seiring penerapan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, cakupan tugas mereka meluas hingga mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Keenam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta bidang sosial. Dengan tanggung jawab yang semakin besar, pemerintah pun menyesuaikan insentif agar sebanding dengan beban kerja yang diemban.

Secara keseluruhan, jumlah kader posyandu di Batam mencapai 3.990 orang yang tersebar di 570 posyandu. Selain itu, terdapat 128 kader Kelurahan Siaga Tuberkulosis, sehingga total kader penerima insentif mencapai 4.118 orang.

Bansos Lansia Naik, Jamin Kebutuhan Hidup

Di sisi lain, Pemkot Batam juga menaikkan bantuan sosial bagi lansia dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan. Kebijakan ini menyasar 4.000 lansia yang masuk dalam kategori penerima manfaat pada tahun 2026.

Zulkifli menegaskan bahwa peningkatan ini bertujuan memberikan rasa aman bagi lansia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan bantuan yang lebih besar, pemerintah berharap para lansia dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan layak.

Hingga Maret 2026, sebanyak 1.618 lansia telah menerima bantuan tersebut. Sementara itu, proses verifikasi terhadap penerima lainnya masih terus berjalan dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Ia memastikan bahwa lansia yang baru terverifikasi pada bulan berikutnya tetap akan menerima bantuan penuh selama 12 bulan sesuai alokasi anggaran yang telah ditetapkan.

Distribusi Bantuan Bertahap dan Tepat Sasaran

Pemkot Batam terus memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan merata. Penyaluran bansos dilakukan secara bertahap, bahkan secara simbolis telah diserahkan langsung oleh wali kota dan wakil wali kota di sejumlah wilayah.

Beberapa daerah yang telah menjadi lokasi penyaluran antara lain Sagulung, Bengkong, Nongsa, hingga Belakangpadang. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh penerima manfaat dapat merasakan langsung dampak kebijakan tersebut.

Dengan kebijakan ini, Pemkot Batam tidak hanya meningkatkan angka bantuan, tetapi juga memperkuat sistem perlindungan sosial. Langkah ini sekaligus menjadi upaya konkret dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

Lebih baru Lebih lama