UMKM KEPRI JUARA! Kredit Tumbuh 13%, Jauh Lampaui Nasional yang Minus!

 


BATAM – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan taji luar biasa. Di saat pertumbuhan kredit UMKM nasional merosot, Kepri justru mencatatkan angka pertumbuhan yang sangat positif.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto P, membeberkan data terbaru. Kredit UMKM di Kepri tumbuh meyakinkan di angka 13,32%. Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi nasional yang terkontraksi atau turun hingga minus 0,66%.

"Ini rekor terendah dalam sejarah nasional. Tapi kita (Kepri) tetap tumbuh baik," tegas Rony.

UMKM Jadi Prioritas Ekspansi

Rony menjelaskan bahwa aliran kredit sangat krusial bagi ekonomi. Perbankan aktif menyalurkan modal ke sektor usaha dan masyarakat. Kredit inilah yang menjadi bahan bakar pengusaha untuk ekspansi.

Tanpa pembiayaan, pabrik dan perusahaan sulit berkembang. Rony memuji respon cepat perbankan dalam mendukung sektor industri dan UMKM di wilayahnya.

Kualitas Kredit Tetap Sehat

Meski penyaluran kredit melonjak, kualitasnya tetap terjaga ketat. Rony memastikan risiko kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) masih dalam batas aman.

  • Batas Aman NPL: Maksimal 5%.

  • Realisasi NPL: Berada di level 2,8%.

"Kita mampu menjaga level kredit yang sehat. Ini sangat penting agar tidak menjadi masalah di kemudian hari," tambahnya.

Mendorong UMKM Naik Kelas

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga menjadi motor utama UMKM. Saat ini, daya beli masyarakat Kepri masih kuat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kredit rumah tangga sebesar 8,6%, sedikit di atas angka nasional 8,53%.

Rony menekankan pentingnya inklusi ekonomi. Masyarakat harus memiliki akses mudah ke pembiayaan. Bank Indonesia terus berkomitmen mendampingi para pelaku usaha kecil.

"Fokus kami adalah bagaimana UMKM bisa tumbuh dan naik kelas. Ini adalah hal mendasar bagi penguatan ekonomi daerah," tutup Rony.(bos)

Lebih baru Lebih lama